"Mark! Sini dong, turun! Jangan di kamar mulu!" Suara Miranda yang nyaring bergema memenuhi rumah. "Yes, Mom! Wait! Bentar lagi Mark bakal turun! Ini lagi beresin gitar!" sahut putranya ikut berteriak. Beberapa saat kemudian, cowok jangkung dengan kaos merah hati dan celana selutut yang membungkus tubuhnya, berikut dengan kacamata bulat yang membingkai itu turun dengan tergesa, menuju sang ibu yang tengah memasukan nasi dan lauk pauk bergantian ke dalam tupperware. "Yes Mom, why? Ada yang perlu Mark bantu?" tanya cowok itu sambil mengambil posisi di kursi depan pantry. "Ada dong." Miranda mengangguk, wanita di akhir kepala empat itu lalu menatap sang putra dengan senyum lebar. "Kan Om Dimas sama Tante Dinar lagi perjalanan bisnis ke luar kota, terus Kintan kan sendirian. Pembantunya la
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


