BAB LIMA BELAS

752 Kata

"Miranda!" Garril menyambar tangan Miranda lalu menyeret gadis itu dengan kasar menuju ke koridor yang mengarah ke tangga darurat. Miranda meringis kesakitan. Cengkraman tangan Garril terlalu erat di lengannya dan langkah pria itu terlalu cepat, membuatnya berkali-kali tersandung dan hampir jatuh kalau saja ia tidak sigap. "Apa-apaan kamu, Miranda?!" Garril menghempaskan tangan Miranda kasar. Matanya menatap tajam perempuan di hadapannya itu "Kamu menipu ibu saya!" Garril berseru di depan wajah Miranda, membuat Miranda otomatis memejamkan matanya. "Sekarang—" Garril mengeraskan rahangnya, beralih mencengkram kedua pundak Miranda, sangat erat hingga membuat perempuan itu kembali meringis kesakitan. Garril tak acuh, ia masih menyorot tajam wajah pasi perempuan itu. "—saya minta sama kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN