BAB SEBELAS

1125 Kata

Entah mengapa, topik tentang perempuan yang akan menjadi istri Garril selalu terngiang-ngiang di otak Miranda, menempel bagai noda membandel yang sulit dihilangkan. Ini terlalu berbahaya untuk perempuan itu, Miranda jadi tidak bisa berkonsentrasi. Bahkan, saat operasinya tadi, ia hampir membuat kesalahan fatal, nyaris memotong salah satu saraf penting di otak pasiennya. "Mir, jangan diem aja, Ayah ajak ngomong kamu dari tadi. Yang sopan sama orang tua." Ferdinand menegur putri pertamanya itu sambil melemparkan tatapan tajam. Beliau tidak suka diabaikan ketika sedang berbicara. "Eung," Miranda menatap ayahnya dengan pandangan bersalah. "Maaf Yah, aku lagi ada masalah kecil di rumah sakit, jadi aku kurang fokus begini," lalu menggaruk kepalanya dengan kikuk. Miranda terpaksa membohongi ay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN