Mendengar Garril beralasan seperti tadi sebenarnya cukup membuat Miranda sakit hati. Dia tahu Garril berbohong. Dan dia juga tahu alasan pria itu membohonginya. Sudah pasti karena perempuan itu sendiri, pikir Miranda dengan sedih. Garril menolak kehadirannya dan sebaiknya ia bergegas pergi dari tempat itu. Miranda kemudian menyelesaikan cuciannya dengan cepat. Selesai dengan hal itu, ia langsung berjalan ke ruang tamu. Miranda tidak akan menyentuh sarapan yang telah ia buat tadi. Makanan itu ia buatkan khusus untuk Garril dan bisa jadi setelah ia pergi nanti, pria itu akan keluar dan mau memakan makanan yang ia masak. Miranda segera memakai sepatu flatnya dan juga mencangklongkan tas punggung minimalis berwarna legamnya yang terlihat simple namun berkelas. Miranda tidak seperti kebanyaka

