"Maaf..." Wahyu terkejut mendengarnya,ia melirik kearah Alin yang kini membuka selimut yang menutupi dirinya. "Kok belum tidur?" Tanya Wahyu. Alin perlahan memberanikan diri untuk bangkit dan bersandar pada kepala ranjang. Ranjang alin gak kecil - kecil amat,jadi cukup lah ya kalau untuk dia sama Wahyu berdua disini. "Maaf..." Ucap Alin tanpa memandang kearah Wahyu yang kini ikut bersandar sama kepala ranjang. "Untuk?" "Maaf karena gak bisa jadi istri yang baik." Ucap Alin jujur. JUJUR AJA YA... Alin pengen nangis gitu rasanya.Apalagi Wahyu gak ada respon sama sekali sama ucapan dia. "Oh." ALIN PENGEN NANGIS!! beneran dah apalagi denger nada bicara Wahyu yang datar udah kaya papan triplek. Alin nahan supaya air matanya gak keluar. "Udah aku maafin." Rada aneh sih denger Wahyu p

