~Menunggu memang tidak pernah mudah, apalagi jika yang ditunggu tidak pernah tahu~ Gadis itu termenung di dalam taksi yang membawanya pergi ke kantor. Perasaannya kacau setelah kejadian di rumah sakit tadi. Ada perasaan kesal, sedih, dan marah yang bergejolak di d**a Laras. Gadis itu kebingungan dengan apa yang ia rasakan saat ini. Laras teringat kembali pada kejadian sebelum ia diusir oleh Satya tadi. Saat Satya tiba-tiba menciumnya. Ciuman Satya yang panas, berbanding terbalik dengan sikap dinginnya setelah ciuman mereka berakhir membuat Laras jadi sangat bingung. Ia sangat kesal, tapi tidak tahu kesal mengapa. Bukannya lega karena pria itu bilang akan menepati janji, tetapi perasaan Laras jadi tidak karuan karenanya. Laras menyentuh bibirnya, rasanya ciuman Satya masih sangat nyata

