Suara detak jarum jam di kamar itu menjadi satu-satunya suara yang terdengar di ruangan yang mewah itu. Para penghuninya masih terlelap dalam tidurnya yang nyaman. Dengan posisi yang cukup intim. Laras membelakangi Satya dan Satya memeluk gadis itu dari belakang. Keduanya melekat erat tanpa jarak sedikit pun. "Eunghhh." Laras menggeliat kecil dalam pejamnya. Menarik seluruh otot di tubuhnya yang terasa sedikit kaku. Namun ia merasa sesuatu yang berat melingkupi tubuhnya. Gadis itu pun membuka mata dan melihat tangan besar memeluk tubuhnya. Hampir saja gadis itu berteriak, tetapi ia tahan saat ingat siapa pemilik tangan besar itu. Laras membalikkan badan, dan di saat yang bersamaan Satya membuka matanya. Pria itu tersenyum begitu teduh. "Sudah bangun?" tanya Satya dengan suara yang sa

