Seminggu sudah Laras tinggal sendirian di rumah itu. Dia sudah beraktivitas seperti biasa. Rumah yang ia tinggali sudah bersih. Ia juga sudah mendapatkan pekerjaan, sebagai admin sebuah online shop di kota itu berkat koneksi Aaron. Laras tidak perlu pergi ke toko setiap hari. Hanya sesekali saja karena ia hanya bertugas memantau dan melayani pertanyaan-pertanyaan pelanggan. Ia juga yang bertugas menghandel semua komplain dari pelanggannya. Laras menikmati hari-harinya yang tenang di tempat itu. Meski tak bisa ia pungkiri bahwa terkadang ia merindukan Angel. Ia juga merindukan lelaki yang bahkan tidak ingin ia ingat namanya. Hatinya tidak sejalan dengan pikirannya. Karena di dalam dadanya, hanya ada pria itu. Nama Satya masih terukir di sana. Ting tong. Suara bel yang berbunyi mengali

