Brakkk. Laras menggebrak mejanya dengan penuh amarah. Ini sudah hari ke tujuh sejak ia menerima kiriman bunga dan coklat. Dan pada hari-hari berikutnya, hadiah demi hadiah terlontar begitu saja.Tak tanggung- tanggung sang pengirim selalu mengirimkan barang-barang mahal dengan harga yang cukup fantastik. Membuat para wanita yang satu ruangan dengan Laras berdecak kagum dan iri karenanya. Bahkan kini mereka setiap pagi menunggu meja Laras, menantikan barang mewah apa lagi yang diterima gadis itu. "Ini sudah kelewatan!" Laras mengeratkan giginya, hingga terdengar suara gemeretuk karena kesal. Jemarinya meremas kertas yang ada di hadapannya. Sebentar kemudian, Laras melemparnya ke tong sampah setelah puas meremasnya. "Sebenarnya siapa sih Ras yang mengirimi semua ini?" tanya Risa lagi kar

