"Dia pikir dia siapa? Karena jabatannya sekretaris jadi bisa seenaknya merendahkanku, begitu? Dasar menyebalkan!" gerutu Laras seraya memunguti pulpen dan alat tulisnya yang berserakan di lantai. Gadis itu harus berjongkok dan mencari barang-barangnya yang berhamburan di kolong meja. Laras sangat kesal jika mengingat sikap gadis sombong yang menempel pada Satya tadi. Kalau saja ini bukan di kantor, Laras tidak segan untuk menjambak bahkan menghajar gadis kurang ajar itu. Yang seenaknya saja merendahkan orang lain, yang posisinya berada di bawahnya. "Ras! Kenapa Kamu di situ?" tanya Risa yang baru kembali dari kantin. Duk. Laras yang masih memunguti alat tulisnya tanpa sengaja menyundul meja karena terkejut dengan kedatangan Risa. Hingga kini kepala gadis itu terasa sangat nyeri. "A

