"Mama!" Suara imut dan sentuhan jemari kecil yang terasa menggelitik di perutnya membuyarkan angannya yang jauh melayang ke memori tujuh tahun lalu. Mengakhiri ingatan pahit dan situasi paling sulit yang pernah ia hadapi. Bahkan sebenarnya kenangan itu ingin ia lupakan seumur hidupnya. Layaknya buku lama yang telah usang dan tak terpakai. Fira ingin menutup semua kenangan yang begitu menyakitkan. Wanita cantik itu tersenyum dan lantas balas memeluk gadis cilik itu. Diciuminya pipi nan gembul dan menggemaskan hingga bau bedak bayi kini menyeruak ke lubang hidung sang ibu. "Hmm, wanginya anak Mama." Fira berusaha menyembunyikan wajahnya yang habis menangis. "Mama menangis?" tanya peri kecil itu saat ia mendongak dan melihat mata ibunya sedikit basah dan memerah. "Tidak, Sayang." Bu

