Seorang perawat yang tadi dipanggil oleh Laras tengah mengganti perban di punggung Satya. Perban harus di ganti karena basah oleh darah. Sedangkan Laras memperhatikan dengan seksama bagaimana suster itu merawat Satya. Dan Risa memperhatikan dari jendela dengan geleng-geleng kepala. "Aw ... aw!" Satya meringis kecil saat perawat itu melepas perban lama yang basah oleh darah. Laras ikut menggigit bibirnya seolah dirinya juga merasakan sakit yang sama. Gadis itu menutup mata, tidak sanggup untuk melihat. "Saya kan sudah bilang, jangan banyak bergerak dulu. Kenapa bisa berdarah lagi seperti ini? Sedikit saja lagi, jahitan benar-benar terbuka kembali," ucap perawat itu seraya membersihkan kembali luka Satya dengan alkohol. "Aw! Mohon maklum Sus. Saya sudah beberapa hari tidak bertemu keka

