Sebuah pesawat terbang kelas bisnis membawanya terbang menuju ke hatinya. Melambungkan rasa rindunya yang tinggi ke angkasa. Melayangkan harapan dan keinginannya agar menjadi nyata. Seorang pria tampan duduk tenang seraya menatap ke luar jendela. Menatap kumpulan awan yang bergerombol membuat berbagai bentuk nun jauh di sana. Menikmati cahaya pagi yang hangat, yang menembus kaca jendela. Sesekali Satya melihat ke bawah, tetapi tak terlihat apa-apa karena jauhnya bumi dari jangkauan mata. Pesawat yang ia tumpangi sesekali bergetar ketika melalui awan yang cukup tebal. Anehnya, kali ini berbeda. Rasanya menggelitik hatinya yang dilanda rindu. Suara dengungan mesin pesawat pun kini terasa merdu baginya. Membuat Satya tersenyum sendiri ketika membayangkan pertemuannya dengan Laras nanti.

