"Ayo!" Laras menarik-narik tangan Aaron. Dengan tergesa-gesa ia mengajak pria itu segera memasuki taksi online yang tadi ia pesan. "Iya, sabar Ras." Aaron yang kewalahan karena tingkah gadis itu berjalan terseok-seok karena Laras tak henti menarik tangannya. Bahkan ketika ia masuk ke dalam taksi, Laras masih mendorongnya agar cepat. Dari dua jam yang lalu mereka keasyikan mengobrol hingga tanpa sadar waktu telah menunjukkan pukul 12.30. Terlalu banyak yang mereka ceritakan hingga membuat Laras hampir saja melupakan janjinya. Ia sudah lupa kalau saja pria yang akan ia temui tidak mengirimkan pesan padanya lagi dan lagi. Pria itu terus mengganggu Laras agar Laras tidak mengingkari janji temu mereka. "Iya, sebentar. Aku on the way. Tunggu aku sebentar. Jangan telepon-telepon lagi," ucap

