Chapter 74

1317 Kata

Entah tersugesti oleh permintaan ibu ataukah memang aku tidur lebih awal, aku membuka mataku lebih pagi. Bahkan matahari belum lagi bersinar dan kicauan burung hampir belum terdengar bersahutan. Kubuka pintu kamar, menyalakan lampu dan berjalan menuju kamar mandi. Membasahi mukaku dengan air sebelum akhirnya mengambil celemek di gantungan. Kusiapkan sereal bersama beberapa s**u hangat untuk sarapan nanti. Sedangkan untuk bekal aku menyiapkan beberapa lembar roti dan sayuran untuk sandwich. Baru saja akan memanggang sandwich, aku mendengar langkah ibu mendekat. Dia melihati pekerjaanku. Kemudian mencicipi adonan untuk omlette yang juga sudah kusiapkan. Aku melihat senyumnya yang tertahan. Dia tidak memujiku, tetapi kemudian membantuku menyelesaikan semuanya. Kami selesai tepat saat ay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN