“Bisakah anda duduk sebentar Kapt?” hadang Art. “Tentu,” dengan santai Kapten Jack lalu duduk di tribun terbawah stadion. “Jadi berita itu apakah benar?” tanyaku. “Berita apa?” “Lisensi penelitian dari perguruan tinggi?” jawab Rose ragu. “Iya benar,” seringai senyum mengembang di bibirnya. “Siapa saja yang punya?” tanyaku dengan gemas. “Sedikit, tidak lebih dari hitungan jari,” Kapten Jack mengangkattanganya dan menunjukkan jemarinya yang panjang tetapi tanpa satupun kuku yang dipanjangkan. “Siapa saja? Anda hapal?” Rose mencercanya dengan pertanyaan. “Tunggu, kalau aku menjelaskan kepada kalian saat ini, lalu di depan sana, anak lain mencegatku lagi, lalu di depannya ada lagi, dan seterusnya, maka satu, aku tidak akan sampai ke ruang kerjaku, dua, aku akan menjelaskannya berk

