Chapter 72

1087 Kata

“Aku masih ingin dia di sini,” kata ibu. Apakah selama ini memang sedemikian bencinya ibu terhadapku? Aku tidak pernah meminta dia melahirkanku. Aku tidak punya kesempatan untuk memilih lahir dari rahim siapa, dari ibu yang seperti apa, jadi alasan apa ibu membenciku? “Sudahlah, biarkan dia segera pergi, semakin cepat dia kembali, semakin cepat dia membereskan semua tahapannya, setelah itu dia bisa menjadi sumber dana yang lain untuk keluarga kita. Kamu tahu kan ekonomi sedang tidak baik? Kita tidak bisa berharap sepenuhnya pada perusahaanku saja. Biarkan Kisya membantu kita,” kalimat itu ternyata sangat menyakitkan. Sudah kuduga ayahku tidak akan sebaik itu padaku. Sekarang aku tahu ada apa dibalik kebaikannya, kerelaannya pada kepergianku. Jadi dia berharap aku akan kembali dan menja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN