-Keesokan harinya- Krista sudah bersiap dengan pakaian rapi untuk menjaga kesan pertamanya di mata bos Adira. Subuh tadi ia sudah memilih baju yang pantas untuk ia pakai hari ini. Berbeda dengan Adira yang hanya berpakaian santai tapi sopan. “Sudah siap?” Krista menggelengkan kepalanya. Melihat Adira baru saja keluar dari apartemennya membuat Krista gelisah, takut sesuatu yang buruk terjadi padanya. “Tenanglah Kris, semua akan baik-baik saja.” Mereka pun berangkat menuju kantor Adira. Tepat setelah lima belas menit perjalanan menggunakan bis, mereka akhirnya sampai di sebuah gedung tiga lantai di tepi jalan. Krista berkali-kali merapatkan mantelnya karena gugup. “Apakah kau sungguh-sungguh? Kita masih bisa berbalik dan pergi sekarang.” Adira memutar matanya kesal dan menarik tangan

