Dengan langkah tergesa Umair keluar dari lift dan segera berjalan menuju meja receptionist. Ia tidak henti-hentinya menatap layar ponselnya dan hampir menabrak salah satu karyawannya. “Beri tahu Jabir untuk membatalkan semua jadwalku hari ini.” “Ta-tapi bos! Presdir Choi sudah ada di- Bos!” Seorang receptionist langsung dibuat panik ketika bosnya sudah berlari pergi sedangkan janji temu Umair bosnya dengan Presdir Choi dari Korea sudah terjadwal. Wajahnya memucat dan memutuskan untuk menelpon Jabir sesegera mungkin. Bagaimana caranya ia menjelaskan pada tamu penting ini bahwa presdir mereka tiba-tiba saja ada urusan mendadak? Ia hanya karyawan kecil. Pria receptionist itu panik sendiri. Umair langsung membawa mobilnya menuju lokasi tempat kejadian dengan segera. Ia mengemudi dengan

