28. Tanpamu

710 Kata

David hanya bisa melamun. Sesekali jantungnya mencelos nyeri saat lagi-lagi ia harus dihadapkan dengan fakta bahwa Sinta tak lagi disampingnya, gadis itu memilih pergi, dan itu semua karena kesalahannya. "Sinta kumohon kembalilah...kuharap aku bisa memutar ulang waktu." Gumam David sarat akan rasa pedih. Ia hanya duduk merenung dikamarnya, dengan terus bergumam tak jelas sambil mengusap foto pernikahannya dengan Sinta. "Maaf Sinta,maafkan aku" Suara lirihnya tertahan, seakan ingin menangis lalu kepalanya pun tertunduk hingga bulir air mata itu menetes tak terlihat. *** Indonesia 09.15 WIB "Ta, lo ngidam sesuatu gak? Biar gue cariin." tanya Alfath dari balik kemudinya sambil terus memandang lurus kearah jalan. Sinta diam dan berpikir. Sebenarnya ia sangat ingin sekali makan nasi pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN