'Obsesi sedikit membutakan diriku. Mungkin, aku sudah dilahirkan dengan sifat sebusuk ini ya?' - Ares Pratama . . . Ares membuka album foto kenangannya bersama keluarganya. Sebenarnya, ini semuanya adalah hasil cetak ulang dari film hitam putih yang disimpannya sejak kecil. Adiknya, Willy sama sekali tidak tahu kalau kakaknya memiliki perhatian khusus soal ini. Semua orang berpikir, kalau Ares bukanlah orang yang peduli pada hal – hal penting seperti ini. Bahkan, Mikaela yang kini berada di sebelahnya berpikir kalau dia sama sekali tidak peduli soal keluarganya. Kalau ditelisik lagi, sebenarnya Ares lah yang lebih mengetahui dan peduli soal keluarganya, bahkan daripada Willy sekalipun. Karena semua yang dia tahu mengenai kebenaran apa yang terjadi pada keluarganya, maka dia melakukan

