Lily berlari mencari ibu mertuanya, dia lupa jika saat ini ibu mertuanya sedang berada di rumah sakit untuk menjenguk Robin. Lily terlalu excited untuk menunjukkan apa yang berhasil dia dapatkan dari Mall. “Sayang, nggak boleh lari.” Arsen berteriak pada Lily karena istrinya berlari dengan penuh semangat. Lily lalu terdiam menunggu suaminya yang kini berjalan kearahnya, dia tahu bahwa dia salah tapi dia juga tidak bisa disalahkan dalam kondisi seperti ini, dia terlalu berbahagia hingga lupa dengan anak yang ada di dalam kandungannya. “Aku lupa,” Lily merasa bersalah dengan suaminya. “Nggak boleh kayak gitu ya, Mas nggak mau kamu kenapa-kenapa! Kalau kepleset malah,” peringat Arsen dan langsung diangguki oleh Lily. “Mama kok nggak ada?” tanya Lily. “Mama dan Papa kan nengok Om Robin s

