Jakarta yang penuh kemacetan terasa membuat Sabrina rindu, dia merindukan keluarganya tetapi karena masalah yang kini di hadapi dia tidak bisa melakukan semua itu seperti semula lagi, dia hanya bisa mengingat segala masa lalu dan kesalahan yang tidak pernah dia ingin ulangi. Tapi dia tahu bahwa kini nasi sudah menjadi bubur dia hanya bisa menjalani semua yang sudah menjadi takdirnya karena kini prioritasnya sudah berbeda, dia tidak boleh egois karena keinginannya sendiri. Banyak hal yang mungkin dia sesali tapi hidup bersama dengan Gilang tidak seburuk yang ada di bayangannya, dia bisa bahagia dan tidak tertekan seperti ketika berada di rumahnya. Ayahnya selalu saja memintanya melakukan ini itu dan hanya bisa mencemoohnya jika dia tidak mampu untuk melakukan apa yang dia perintahkan. Sabr

