Pening yang kini Arsen rasakan seakan tidak ada akhirnya, setelah dia bekerja sampai pukul dua belas malam dia tiba-tiba muntah dan lemas. Arsen tidak tega untuk membangunkan istrinya karena itulah dia menelpon Ibunya yang kini sudah tertidur lelap karena dia tidak sanggup berjalan jauh menuju kamar orang tuanya. "Astaga, apalagi ini. Rasanya mual dan lemas," Arsen mengeluh dengan Lily yang masih tertidur dengan lelap. Arsen bersyukur, untung saja dia sudah memakaikan piyama pada Lily, jika tidak mungkin dia akan malu jika dia tidak bisa menahan dirinya karena sudah melakukan hal yang seharusnya di larang karena kandungan Lily masih sangat mudah. ketika pintu terdengar, Arsen lalu membukanya dan mulai mengatakan apa saja yang dia alami saat ini, Tiffany bingung tapi dia mengaitkan semua

