Arsen mengerjakan setumpuk laporan yang memang sudah sejak lama dia anggur kan. Pekerjaan yang banyak di saat kondisinya tidak stabil membuatnya ingin mengeluh tapi dia selalu yakin bahwa ini merupakan suatu ujian untuk dia mencapai hal yang lebih besar di lain kesempatan. Lily membawakan camilan dan teh untuk suaminya, dia selalu menemani Arsen dalam kondisi seperti ini. Arsen semakin bersemangat dengan Lily yang sangat membuatnya bahagia. "Kamu tidak istirahat sayang? ini sudah jam sepuluh." Arsen menarik tangan Lily hingga dia kembali jatuh di pangkuan Arsen. "Aku ingin menemani mu, aku rasa anak kita sangat manja dan tidak ingin tidur jika tanpa ada ayah nya." Lily memeluk d**a bidang Arsen. "Anaknya atau ibunya yang nggak bisa bobo?" tanya Arsen. "Dua-duanya, apakah ini tidak sak

