Jemari lentik Lily mengusap d**a bidang suaminya dengan sensual, sejak dua puluh menit lalu dia sudah terbangun tapi suaminya masih saja tertidur dengan pulas, terlihat gurat lelah di wajah suaminya dan membuat Lily merasa kasihan karena dia terlalu menekan Arsen agar mau menuruti apa yang dia inginkan. Arsen bukan pelayannya dan dia adalah suami Lily, kini Lily sadar bahwa dia yang seharusnya melayani suaminya, bukan terus membuat suaminya kesusahan karena sikap manjanya. “Kamu lelah ya, Mas?” tanya Lily. Suaminya masih nyaman dalam tidurnya, dia bahkan tidak bangun ketika tangan Lily bergerak semakin jauh di bawa sana, jemarinya kini nakal dan menelusup celana pendek yang suaminya kenakan. Milik Arsen yang masih tertidur pun mulai menegang seiring perlakuan Lily kepadanya. “Ahhh, saya

