Sekar sudah sampai rumah, terlihat sangat sepi dan beberapa pekerja yang dia tanyai mengatakan jika Nyonya dan tuannya serta Evans belum pulang dari tadi. Sekar bosan, kenapa mereka seperti tidak suka jika Sekar di sini? Menyebalkan semuanya memang. Sejak tadi pagi dia harus melakukan pekerjaan yang tidak dia sukai, Sekar pikir dia bisa bertemu Evans tapi ternyata tidak. Perusahaan ini sangat besar dan mungkin Evans sangat jarang lewat di lantai ini. “Mereka kemana? Apakah ada acara yang aku lewatkan?” monolog Sekar yang kini merebahkan tubuhnya di ranjang. Suasana malam ini sangat sepi, membuaT Sekar merindukannya. entah kapan dia bisa bertemu dengannya? Tapi melihat hal yang kini terjadi rasanya sangat mustahil dia bisa bertemu dengan anaknya, batinnya menangis jika mengingat Darko yan

