Dokter kembali memeriksa Lily, membenarkan infus yang tercabut paksa seperti ini. Lily sangat ketakutan dan dia tidak berani melihat semua orang yang ada di sini, Lily hanya mau bersama Evans yang menemaninya ketika dia di serang oleh lelaki di masa lalunya. “Dia suamimu dik, kamu jangan takut.” Evans memanggil Arsen dan meminta Lily dengan perlahan memperhatikan suaminya. “Lily takut,” tangis Lily mulai terdengar. “Dia suamimu, dia tidak akan menyakitimu,” Evans menggenggam tangan Lily dan Arsen. Perlahan Lily mulai tenang dan tidak berontak pada Arsen, Evans melepas sweternya yang terkena noda darah dari tangan Lily. Dia tidak habis pikir lelaki itu datang ke rumah sakit dan berniat membunuh Lily. Bagaimana mungkin lelaki itu tega menghabisi anak yang tidak memiliki salah padanya? Eva

