Calista benar benar pergi,bayangkan betapa besarnya nyali calista dia berjalan menerjang hujan lebat di jam 11 malam,bahkan motor atau mobil tidak ada yang lewat dan calista berani berjalan sendirian. Disepanjang jalan calista berulang kali mengusap muka nya yang basah karena hujan,sialan rey membiarkannya berjalan seperti ini dan tidak mengejarnya. Trit..trit....trit..... Calista tidak peduli dengan mobil yang mengklasoni dia sedari tadi “calista” ucap seseorang,calista berhenti dia seperti mendengar suara seseorang memanggilnya. Tiba tiba calista menjadi merinding tidak mungkin kan mobil di belakang nya ini mobil hantu? Kenapa juga mobil ini tidak lewat melainkan tetap di belakang calista,apa ini mobil penjahat? Pikiran itulah yang memenuhi pikiran calista dia dengan cepat mengambil

