Sudah 3 hari rey tidak menegur calista,saat pulang kerumah pun rey hanya diam tidak berbicara dengan calista,padahal calista sudah berulang kali mengajak rey bicara tetapi respon rey hanya anggukan. “calista aku ada kabar baik buat kamu” ucap azam,dia duduk di depan calista di ruangan calista “ada apa ka?” tanya calista sambil membaca beberapa laporan perkembangan pasiennya “kamu dapat beasiswa itu,kepala rumah sakit sudah menyetujuinya” ucap azam Calista terdiam,dia hampir lupa akan hal ini bagaimana caranya dia bisa memberitahu rey hal ini,sedangkan rey saja tidak peduli dengannya. “minggu depan kamu sudah bisa pergi untuk bisa registrasi pendaftaran” ucap azam lagi,calista bingung bagaimana caranya untuk memberi tahu rey kalau dia akan berangkat 1 minggu lagi. “gimana calista,kam

