15. SEMOGA MIMPI BURUK

1152 Kata

Aku merasa aman dan tenang saat ini. Aku mengikuti langkah kedua pria di hadapanku. Akhirnya kami sampai di sebuah sofa setengah lingkaran dengan meja kaca bundar di tengahnya. Andrew duduk di pinggir dan aku duduk di samping kirinya lebih ke tengah. Sedangkan Martin duduk di seberang kami. Aneh! Genggaman tangan Andrew tidak terlepas meski kami sudah duduk. Iya, Andrew duduk menyandar masih dengan menggenggam tanganku. Tangan kami yang saling menggenggam diletakkan di atas paha kirinya. Dia tidak menatapku sama sekali, malah memandangi isi club. Kuperhatikan club malam ini masih belum terlalu ramai. "Kamu udah makan?" tanya Andrew lembut dan aku jawab dengan mengangguk pelan. "Kamu mau minum apa?" tanya Andrew lagi, sembari memanggil seorang pelayan pria. Aku memilh fruit co

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN