Sayang sekali, ponsel yang ia pinjam dari Asep tidak punya koneksi baik. Baru satu kalimat saja sudah tak terhubung lagi. Sasha mengeluh pelan, bagaimana caranya ia bisa memberitahu pada Dave atau minimal Rendi tentang keberadaannya. Satu-satunya hal yang bisa ia syukuri sekarang adalah tempat ini aman. Ya, desa di mana ia berada sekarang. Tak ada penculik atau orang-orang yang berusaha mau menjahatinya. “Ini, nanti pulsa kamu saya ganti, Kang Sep.” “Gak usah atuh, Neng. Gantinya jangan pakai uang.” “Terus?” “Jalan-jalan sama saya. Di dekat ujung jalan menuju ke rumahnya mbak Nini ada warung mie tek-tek. Legend banget rasanya, kalau Neng Sasha mau, nanti malam Akang bisa jemput.” Jaka tak terima kalah gesit dari Asep. Ia juga menawari sate kambing yang rasanya gurih, Sasha hanya

