Ayah Stella keluar dengan perasaan kesal, bukan kesal pada Stella melainkan kesal pada pria yang mengaku sebagai kekasih putrinya. “Dad, Stella sudah dewasa. Bukankah sudah sapantasnya memiliki kekasih, dan bukankah kau ingin Stella segera menikah. Bagus, Stella akan segera menikah sesuai keinginanmu” “Cukup sayang, menerima kenyataan Stella punya kekasih saja aku belum menyiapkan jantung. Apalagi menikah, memang benar aku menyuruhnya untuk menikah. Tapi sayang, bukankah ini terlalu cepat?” Tanya ayah Stella membuat isrinya menggelengkan kepalanya. “Waktu berjalan dengan cepat sayang, Stella bukan anak-anak atau remaja lagi. Pelan-pelan tapi pasti aku percaya kau akan menerima pernikahan untuk putri kita” “Tapi sayang…” “Ssttt, memangnya kau mau Stella hidup sebagai gadis tua yang tid

