Bab 14

246 Kata
Sepulang kerja Leon langsung kerumah sakit karena hari ini gilirannya menjaga Ayahnya, Ibunya baru saja pulang untuk mengambil keperluan lainnya sedangkan keluarga lainnya sibuk dengan urusan masing-masing. "Pa, carilah 1 istri lagi agar bisa menemani ayah disini sekalian iya-iya" ujar Leon membuatnya mendapat lemparan kulit jeruk dari Ayahnya, “Sembarangan! Mamamu satu-satunya! Jadi anak durhaka sekali!” Omel papanya membuat Leon terkekeh. “Becanda pa, lagian papa seperti anak kecil saja digaja dirumah sakit” “Lalu kenapa kau kemari?” “Karena mama memaksaku kemari, padahal aku sudah ada agenda lain. Papa mengacau saja” jawab Leon sambil cemberut membuat papanya mengerutkan kening. "lihatlah playboy ini, memangnya apa agenda penting itu?" jawab papanya membuat Leon terkekeh. "Baiklah kuakui aku playboy tapi aku sudah tobat. Sungguh pa.” Ujar Leon membuatnya mendapat cibiran dari papanya “tunggulah sebentar lagi anak papa ini akan menikah" ujar Leon dengan percaya diri "iyain saja, biar cepat" “Papa harus percaya” “Papa percaya, apalagi kalau Stella yang jadi menantu papa” “Tentu saja pa, Stella akan segera menjadi menantu mama dan papa” jawab Leon sambil tersenyum lebar. “Ingat Le, jangan sampai melukai Stella. Jika iya, papa tidak akan merestuimu sampai mati!” Ancam papanya membuat Leon langsung menganggukan kepalanya. Leon tidak berkata-kata lagi, senyum nya mengembang ketika mendapat pesan dari Stella bahwa Stella ingin kemari menjenguk Papanya. "calon masa depanku akan datang" ujar Leon membuat Papanya mengerutkan kening. “Stella?” “Iya pa”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN