June hari ini berangkat kekampus, sudah 2 minggu ia tidak berangkat kekampus. June menghirup banyak udara lalu menghembuskannya perlahan, “Semangat June, kau pasti bisa” June menyemangati dirinya sendiri. “Mah, June berangkat” pamit June membuat ibunya langsung mencium kening putrinya. “Hati-hati sayang” ujar ibunya membuat June tersenyum dan menganggukan kepalanya. June dan ibunya sama-sama belajar merelakan kematian ayah nya, walaupun sulit tapi mereka percaya semuanya akan membaik seiring berjalannnua waktu. June membawa mobilnya sendiri kekampus, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. June juga mulai memberanikan dirinya mengemudi sendiri, sejak insiden tunangannya tewas karena kecelakaan June menjadi takut untuk mengendarai mobil. Tapi, sekali lagi June memberanikan dir

