Bayang-Bayang di Balik Terali Emas.

970 Kata

​Detik jarum jam di dinding kamar Luna Sterling terdengar seperti dentuman palu yang menghujam kesadarannya, berulang-ulang, tanpa ampun, menandai setiap momen kehidupannya yang perlahan mulai membusuk dalam isolasi. Sudah berhari-hari sejak Miles Sterling memutuskan untuk mengubah kamar putri satu-satunya menjadi sel isolasi yang paling mewah namun paling mematikan di Jakarta. Cahaya rembulan yang masuk melalui celah gorden yang tertutup rapat menciptakan pola garis-garis di lantai marmer, seolah-olah bayangan itu sendiri adalah terali besi yang nyata. Luna meringkuk di sudut ranjangnya, memeluk lutut dengan tubuh yang kian kurus karena nafsu makannya telah menguap bersama kebebasannya. Di luar pintu kayu jati yang kokoh itu, suara langkah kaki penjaga yang ditempatkan ayahnya terus berir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN