Malam itu, jagat raya seolah berhenti berputar tepat di koordinat kediaman megah keluarga Sterling. Di dalam aula utama yang dingin dan luas, atmosfer masih dipenuhi oleh sisa-sisa amarah Miles yang meledak-ledak. Luna, yang baru saja turun dari lantai atas dengan mata sembab dan hati yang hancur, berdiri mematung di tengah ruangan. Ia menatap ayahnya yang sedang menuangkan wiski dengan tangan gemetar, sementara di luar gerbang, ia tahu Hayes Ludwig sedang tertahan oleh barisan penjaga, mencoba menembus dinding pertahanan terakhir yang dibangun oleh dendam. Namun, sebelum kata-kata cacian berikutnya keluar dari mulut Miles, pintu kayu jati besar yang menjadi gerbang utama rumah itu terbuka perlahan, bukan dengan paksaan kasar, melainkan dengan keanggunan yang terasa sangat familier bagi m

