BAB 38

1832 Kata

Panasnya cuaca hari itu membuat balita yang sebentar lagi menginjak usia empat tahun itu merengek kepada ibunya. "Mamak ... mam mie dong," pintanya menagih janji ibunya. "Mamak lagi nulis, Nak," jawab Kinarsih pelan. "Ayo, Mak!" "Baik. Sebentar lagi," ujar Kinarsih melanjutkan pekerjaannya. Ceritanya sedang ditunggu-tunggu oleh pembacanya dan pundi-pundi rupiah menghampirinya dengan cepat. 'Ah ini kisah nyata kah? Kok masuk banget ke hati, sih?! Next dong cepat thor!' 'Dasar Aldi, laki-laki tak punya hati! Awas karma menunggumu! Lanjut gak pake lama! 'Bertahanlah Arini, kau wanita hebat. Masa lalu adalah pelajaran. Semangat thor! Lanjut!' Komentar-komentar positif dari pembaca buku barunya, membuat Kinarsih semakin bersemangat. Ia pun sudah tak bekerja lagi di luar. Sekarang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN