Kevin berjalan di koridor dengan senyuman menawannya yang selalu sukses membuat para siswi histeris. Ia berjalan dengan santai melewati beberapa orang di koridor. Ia menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu. Dari dalam ruangan terdengar sayup-sayup suara dentingan piano diiringi nyanyian merdu dari seseorang. Tangannya terangkat menyentuh kenop pintu dan memutarnya, saat pintu terbuka suara nyanyian tersebut semakin jelas terdengar. Dengan langkah pelan ia mendekati seorang gadis yang tampak sedang bernyanyi di depan sebuah piano. Namun, tampaknya gadis itu menyadari kehadirannya, terbukti dengan berhentinya permainan piano dan nyanyiannya. Ia menoleh ke belakang dan mendapati senyuman manis dari Kevin. "Kak Kevin," ujarnya kemudian berdiri berhadapan dengan pemuda yang baru saja ia

