Vania tak bergeming dari tempatnya. Air mata bening sudah membasahi daerah pipinya. Dia menangis dalam diam dengan tatapan mata yang kosong. Siswa yang menabraknya terlihat panik dan berusaha membantunya untuk berdiri. Tak jarang siswa itu menanyakan keadaannya namun Vania tak menjawabnya sekalipun. Kevin dan Sarah menghampiri Vania. Sementara Nabil hanya diam dengan wajah datar di kursinya, meski sebenarnya ingin sekali ia menghampiri Vania dan menanyakan keadaannya. “Kau tidak apa-apa, Van?“ Kevin bertanya khawatir. Namun Vania tetap tak bergeming. Rasanya bibirnya sulit untuk mengeluarkan suara saat ini. “Bawa dia ke UKS.“ Sarah yang khawatir melihat keadaan Vania menyarankan agar mereka ke UKS saja. Meskipun sebenarnya saat dilihat Vania tidak mengalami luka apapun Tanpa membuang b

