Dia Siapa, Mas?

1603 Kata

Suara lantang itu kembali terdengar. Mas Angga sudah berdiri tak jauh dariku. Dia pulang tanpa Dika di sampingnya. Entah kemana keponakan tampanku itu. "Jangan pernah terbuai dengan tangisan perempuan itu, Rum. Dia pura-pura polos dan memelas, padahal banyak akalnya untuk menipu daya," ucap Mas Angga lagi dengan tatapan tajam. Mbak Agnes melotot seketika. Mantan suami istri itu pun saling menatap tajam, seolah ada dendam diantara mereka. "Aku lebih tahu bagaimana dia, Rum. Dua ratus juta bukan jumlah yang sedikit. Kalau sekarang dia jatuh, mungkin itu memang balasan terbaik untuknya karena durhaka pada suami. Biarkan saja sesukanya. Jangan dikasihani karena dia nggak pernah mau diperlakukan seperti itu," sambung Mas Angga lagi. "Mas! Keterlaluan kamu. Bukannya ikut membantu meringankan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN