18 || Terangkat Dari Dasar

1738 Kata

“Kak Nyagaaa!” Tyaga sudah sangat familiar dengan panggilan Nyaga. Tapi, lain cerita jika panggilan itu diawali dengan embel-embel ‘kakak’. Adik kelas? Dia tidak pernah menyapa, disapa, atau bahkan bergaul dengan mereka. Lalu, siapa? Matanya meliar, kepalanya celingak-celinguk kebingungan. “Kak, kita main, yuk?” kali ini, suaranya begitu dekat. “Nggak!” Balasan tegas dan singkat itu menarik Tyaga untuk menunudukkan kepala. Dalam ruang gelap pekat ini ia tak lagi sendiri, karena entah dari mana sepasang anak perempuan dan laki-laki sudah berada di depannya. Si laki-laki duduk bersila dengan robot-robotan di tangan, sedang yang perempuan berusaha menarik perhatiannya. Meski ditolak berulang kali, semangatnya tak surut. Ia berputar mengitari bocah lelaki tersebut sebelum akhirnya duduk d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN