25

1161 Kata

Mas Bisma menghampiri Maya yang sedang duduk termenung di kursi taman rumah sakit. Tangannya memegang sebuket mawar putih yang segar dan cantik. “ Hai Maya.” Sapanya. Maya menoleh ke arah orang yang menyapanya. Begitu dilihatnya Mas Bisma tengah tersenyum manis ke arahnya, Maya mengalihkan pandangannya sambil manyun. Mas Bisma tertawa kecil, “ Nih, buat kamu!” ujarnya sambil menyerahkan buket bunga itu. Maya menoleh malu-malu, “ nggak usah ngerayu! Maya nggak suka!” ujar Maya ketus. Mas Bisma tertawa lagi, “ Aku taruh di sini, bunganya.” Ucapnya. Diletakkannya mawar putih itu di samping Maya lalu pergi meninggalkan Maya. Maya mengambil bunga di sampingnya. Ditatapnya punggung Mas Bisma yang semakin menjauh. Ada rasa kangen di hati terkecilnya, dan juga penyesalan, kenapa dia seketus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN