28

239 Kata

Oke... karena memang sejak dulu Aksa memang pacar yang baik, jadi dia tidak hanya bermulut besar dan asal menyuruhku. Dari sebagian besar yang harus aku siapkan untuk masuk ke perguruan tinggi, Aksa lah yang menyiapkannya. Hal itu mungkin sekilas terlihat biasa saja. Tapi sebenarnya, hal itu adalah hal termanis dan paling bertanggung jawab yang dilakukan oleh seorang laki laki, apa lagi laki laki seumuran nya. Aku ingat bagaimana Aksa memboyong laptopnya ke kafe tempat kami nongkrong. Waktu itu adalah tinggal beberapa minggu pengumpulan esai ku. Ingat ya, esaiku, bukan esai Aksa. Aku yang saat itu masih mengetik draft mengajaknya untuk refreshing dengan jalan jalan ke mall kemudian berakhir di kafe favorit kami. Aksa yang waktu itu menanyai ku sampai di mana progress untuk esai ku itu, y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN