Mia dan Yannis berkeliling ditemani Anto. Berbagai macam sayuran hingga buah-buahan ada di Green House. Mia tersenyum bahagia melihat hasil kerja keras mereka, dia cukup puas dengan hasilnya. "Mia, kau sangat hebat bisa membuat perkebunan sebesar ini," ujar Yannis. Dia memperhatikan seorang pekerja yang memanen timun sambil duduk di troli. Dia duduk di atas troli khusus, terdapat beberapa keranjang di troli itu. Pekerja itu duduk sambil memanen sayuran, jika dia ingin menjalankan troli itu, cukup dengan mengayunkan kakinya. "Bukan aku yang hebat, aku hanya meneruskan saja. Mendiang suamiku dan Anto-lah yang hebat," ujar Mia, dia mengangguk pelan kepada Anto sebagai bentuk penghormatan. "Apa sejak awal sebesar ini?" Yannis meminjam gunting dari pekerja, dia iri melihat mereka memanen s

