Raka tergesah menghampiri Nicholas yang baru saja menutup pintu sebuah kamar. "Bagaimana keadaannya?" tanya Raka khawatir. "Dokter bilang dia syok, tapi dokter sudah memberinya obat penenang, sementara waktu ia bisa beristirahat." Raka mengangguk, ia kemudian menatap tajam Nicholas. "Aku tidak menyangka, bahwa tunanganmu ternyata adalah kekasihku," ucap Raka dengan penekanan pada kata terakhir. Nicholas hanya menjawab dengan senyuman miringnya. "Jodoh memang tidak bisa ditebak bukan?" "Bagaimana jika Celine tahu bahwa kau lah yang sudah mengirimku ke Ternate dan menjauhkanku dengannya?" Nicholas masih tersenyum, kali ini senyum meremehkan. "Silahkan saja! Aku akan dengan senang hati juga mengatakan tentang pekerjaan ilegalmu. May be you are her guardian angel, but I am the real Bee.

