Sampainya di kos – kos’an, Bunga membuka pintu dengan kencang hingga menimbulkan bunyi dentuman dan itu selalu saja terjadi setiap kali Bunga pulang apabila habis bertemu Darren. “ Bunga! kebiasaan banget, sih! “ omel Cika yang kaget, ia sampai tidak jadi melanjutkan menyuapkan mie ke dalam mulutnya karena terkejut. Bunga tidak menjawab, ia merengut saja seraya duduk lesehan di sebelah Cika. “ Biar gue tebak, pasti ini gara – gara Darren, kan? “ celetuk Cika yang sudah menduga karena tak ada lagi penghancur suasana hati Bunga yang paling sempurna selain Darren. “ Coba ceritain ada apa? “ “ Gue sebel banget, cik! “ Bunga membenarkan duduknya menghadap Cika. “ Jadi, tadi pagi… “ Bunga mulai menceritakan apa yang terjadi dengannya awal sampai akhir kepada Cika. “ Waktu Darren bilang kala

