Darren baru saja tiba di rumahnya, ia ingin menjemput Cantika. Saat Darren datang, Cantika sedang bersiap – siap di bantu oleh ibunya Darren, sementara itu Riri baru saja datang mengahmpiri Darren di ruang tamu sambil membawa segelas Green Tea untuk untuk mantan suaminya. “ Di minum mumpung masih hangat. “ Ucap Riri seraya meletakkan minuman itu di atas meja, lalu Riri duduk di sofa yang berhadapan dengan Darren. “ Makasih. “ Untuk menghargai, Darren menyeruput sedikit Green Tea hangat itu, kemudian dia letakkan kembali di atas meja, walau sebenarnya Darren malas sekali di buatkan minuman oleh Riri. “ Semalam aku mabuk berat dan tidak bisa mengendalikan diriku, maaf jika ada perbuatanku yang tak sopan. “ Tutur Riri karena dia tak ingin Darren beranggapan bahwa sikap aneh yang Riri lakuk

