Darren tidak bisa tidur, padahal hari ini pekerjaannya cukup banyak dan melelahkan, tapi matanya tidak bisa di ajak bekerja sama agar terpejam untuk beristirahat. Kebetulan sekali besok tanggal merah dan sebenarnya tadi Darren malas sekali masuk kerja karena hari kejepit, namun posisi dia cukup penting di kantor sehingga tidak ada kesempatan untuk dirinya bermalas – malasan. Darren terbangun duduk, ia celingak – celinguk bingung sendiri mau ngapain, sedangkan saat ini jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Tiba – tiba saja Darren jadi teringat Bunga. Entah kenapa, jika kesepian melanda dirinya, selalu saja Bunga yang muncul di dalam ingatannya. “ Apa gue pergi ke Bar aja ya? besok libur ini. “ fikir Darren. “ Ajak Bima, deh. “ Darren meraih ponsel yang tergeletak di sebelahnya, i

