Semilir angin malam menerbangkan helai rambut lelaki itu. Riksa. Dia kini sedang berada di balkon kamarnya. Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari namun rasa kantuk tidak juga menghampirinya. Sementara sang istri sudah terlelap sejak beberapa jam yang lalu. Sesekali Riksa berbalik, memastikan sang istri masih tertidur. Dia tidak ingin membuat Riska curiga mengapa dia berdiri sendirian di luar saat ini. Riksa memutar kembali memori ke masa-masa dimana perjodohannya dengan Riska dimulai dulu. Pada saat itu sebenarnya kedua orang tuanya sudah tahu mengenai hubungannya dengan Aya. Namun Riksa tidak pernah mempertanyakan kenapa mereka justru menjodohkannya dengan Riska. Hendak menolak pun Riksa tidak kuasa karena saat itu dia dapat melihat binar bahagia di wajah orang tuanya. Maka ketika

